Tuesday, April 30, 2013

Resensi Prosa Baru ( NOVEL )





Judul buku               :  Twilight

Nama pengarang    :  Stephennie Meyer 
Penerbit                     :  PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan                     :  Desember 2008 
Tebal Buku               :  520 Halaman
Harga                         :  Rp 60.000

Tentang tiga hal yang aku yakini kebenarannya, pertama Edward adalah vampir. Kedua, ada bagian dari dirinya - yang aku tidak tahu seberapa dominan bagian itu - yang haus akan darahku. Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat.”

* * *

Mungkin sebagian dari kita menganggap kalau novel imajinasi dalam pengkhayalannya begitu sulit dan hanya dapat membayangkannya dari suatu tulisan novel, tetapi tidak untuk novel yang berjudul Twilight karangan Stephennie Meyer. Ia mampu menulisakan dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti sehingga menjadikan novel fiksi ini dalam penyampaiannya begitu menarik bagi pembaca dan apa yang ingin di sampaikan sang penulis pun dimengerti.
Novel ini ditulis dalam sudut pandang sang tokoh utama, Isabella Swan (Bella), Bella adalah gadis cantik yang memiliki masalah dalam kepercayaan diri dan koordinasi tubuhnya sendiri, dan harus pindah dari Phoenix, Arizona yang mayoritas bercuaca panas ke kota kecil bernama Forks, Washington yang mayoritas cuaca hujan dan sedikit matahari setiap harinya terletak di barat laut Washington untuk tinggal bersama ayahnya, Charlie. Bella yang selama ini tinggal bersama ibunya, Renee, memutuskan hal tersebut untuk memberi kesempatan pada ibunya yang baru menikah dengan suami barunya, Phil, seorang pemain bisbol agar dapat menikmati kehidupan pernikahannya yang baru tanpa beban. Bukan berarti Bella tidak menyukai Phil, hanya saja Phil selalu hidup berpindah-pindah, dan Bella berpendapat itu tidak akan baik untuk hidupnya dan mungkin ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal ayah kandungnya.
Kota Forks dan Phoenix berbeda dalam banyak hal. Dari mulai cuaca hingga jumlah penduduknya. Bella selalu membenci Forks, dan sangat mencintai Phoenix. Tapi ternyata di Forks-lah ia bertemu dengan Edward Cullen. Setelah pindah ke Forks, Bella bertemu anak angkat keluarga Cullen. Emmet, Rossalie, Jasper, Alice dan Edward. Walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah, namun mereka sangat mirip. Empat saudara dengan ketampanan dan kecantikan yang luar biasa, berkulit pucat, misterius, dan memiliki keanggunan yang tidak tertandingi. Edward adalah pemuda bertubuh kurus dengan rambut berwarna perunggu, Dan sangat tampan. Pengarang menyebut ketampanan Edward sebagai “keindahan luar biasa yang memancarkan kekejaman”. Dan dia adalah VAMPIR.
Dalam kelas biologi, Bella tidak memiliki pilihan kecuali harus duduk dengan Edward. Tetapi di hari pertama respon Edward seperti membencinya dan menjaga jarak. Namun tidak seperti vampir kebanyakan, Edward dan keluarganya (yang semuanya vampir) tidak memburu manusia, melainkan memburu hewan sebagai gantinya. Hanya saja, Edward mengakui bahwa ‘aroma’ Bella merupakan godaan yang amat sangat berat baginya, sehingga karena alasan itulah Edward bersikap sangat tidak sopan saat pertama kali bertemu Bella.
Lalu keesokan harinya Edward kembali muncul di kelas biologi. Kali ini Edward sangat ramah dengan Bella, Bella sangat menyadari perubahan dalam diri Edward, yaitu warna matanya yang pertama kali ia melihatnya berwarna hitam kelam, dan sekarang warna matanya bagai emas yang berkilau. Ketika jam pulang tiba, tiba-tiba dari kejauhan Bella hampir di tabrak dan dilindas oleh truk van temannya yang bernama Tyler. Tetapi dari kejauhan Edward langsung berlari secepat cahaya menyelamatkan Bella dan menahan bagian depan truk hingga remuk yang hampir membuat tubuh Bella hancur. Bella pun terkejut heran dan terus bertanya apakah yang terjadi. Dan siapa Edward sebenarnya, tetapi Edward teteap tidak menjawabnya.
Masalah timbul ketika vampir dari koloni yang berbeda datang berkunjung ke Forks. Koloni ini adalah kategori pemburu. Yup, pemburu manusia. Dan salah satu dari mereka tiba-tiba saja terobsesi dengan Bella. Selain karena ‘aroma’nya yang enak, juga karena kenyataan bahwa Edward melindungi Bella. Pemburu itu, bernama James, ia merasa tertantang. Dan kejar-kejaran pun dimulai dengan melibatkan seluruh keluarga Edward yang berusaha menyelamatkan Bella. Ada satu momen yang saya sukai saat ini, yaitu saat Bella mengkhawatirkan keluarga Edward karena berusaha menyelamatkan dengan segala upaya dan mengungkapkannya pada Alice, adik Edward.
Alice menjawab,”Hampir satu abad lamanya Edward seorang diri. Sekarang dia telah menemukanmu. Kau tak bisa melihat perubahan yang kami lihat, kami telah bersama dengannya untuk waktu yang lama. Kau pikir kami tega menatap dalam matanya selama ratusan tahun yang akan datang bila dia kehilangan dirimu?”

Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.

* * *
Stephenie Meyer berhasil membuat para pembaca terpikat oleh sosok sempurna Edward dan ia pun berhasil menggambarkan situasi yang sangat sempurna seakan-akan para pembaca mengalami langsung kejadiannya.Bahkan ketika Bella dihadapi oleh dilema besar, penulis mampu membuat pembaca ikut merasakan konflik batin yang dirasakan Bella.

Kelebihan:
Banyak hal yang menarik yang di ceritakan dalam novel ini. Kisah cinta yang tulus, cita sejati, dan romantisme yang sangat pas dan tidak berlebihan. Tokoh yang tergambar di novel ini sangat beragam dan memiliki peran dan bakat yang berbeda, itu yang menyebabkan novel ini terlihat seru. Suasana yang tergambar di novel ini sangat jelas sehingga pembaca seperti diajak untuk berimajinasi sedalam-dalamnya dan dapat merasakan apa yang Bella rasakan pada saat itu. Yang membuat novel ini menjadi Best Seller adalah gaya bahasanya yang imajinatif, dan halus sehingga yang membacanya pun tidak akan berhenti berkhayal tentang suasana apa yang ia baca.
Tema tentang cinta dibuat lebih segar dengan memasukkan tokoh vampire dengan penggambaran vampire oleh Meyer dalam novel ini sangat berbeda dengan gambaran vampir menyeramkan yang selama ini kita ketahui dan sangat menarik, hal yang membuat saya menyukai novel ini yaitu ketegangan yang dibangun secara bertingkat, dari suasana asing disekeliling Bella, keanehan bertemu keluarga Cullen yang misterius, hingga bentrok dengan vampire nomaden pemangsa manusia.
Jalan cerita yang penuh intrik dan tidak membosankan, dengan tampilan cover novel illustrasi yang menarik dan membuat rasa ingin tahu. Kisah yang dirangkai dengan unik dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, alur cerita yang jelas dan mudah diikuti. detail serta sejarah dari setiap tokoh dipaparkan dengan baik, sehingga dalam mendeskripsian sesuatu, novel ini mudah dipahami pembacanya.
Belum lagi dalam penggambaran kisahnya, Mayer menjadikan tiga perempat buku ini berisi cerita cinta dan cerita tentang bagaimana perasaan sang pemeran utama terhadap vampire yang disukai. Kira-kira menjelang akhir buku, barulah muncul konflik yang menaikkan ketegangan, sehingga saat ketegangan muncul membuat pembaca seolah mendapatkan kejutan paling menarik dari novel tersebut sehingga menjadikan ending dari novel ini begitu membekas dihati pembacanya.

***
Kekurangan: 

Dalam penulisannnya penulis hanya terpaku pada tokoh yang sama dan kurangnya interaksi sang tokoh utama dengan tokoh-tokoh lainnya itulah yang membuat konflik yang harusnya dapat dikembangkan.
Penggambaran perjuangan Bella dalam menghadapi suasana kota Fork yang dibencinya justru berjalan datar seperti juga dengan interaksi Bella dengan The Cullens. Selain itu, kekurangan buku ini adalah buku ini terlalu mengedepankan perasaan Bella, sehingga kisah ini agak terlalu melankolis dan sedikit berlebihan.
Dilihat dari penokohan Edward Cullen yang terlihat mirip Romeo, lalu tokoh Bella yang menjadi narrator cerita terlalu tidak membumi (Karakter Bella terasa lebih mirip vampire daripada manusia), belum lagi plot cerita sederhana yang malah dibikin melebar seperti penggambaran sesuatu yang sangat mendalam membuat isi buku ini terlihat banyak kalimat yang seharusnya tidak di perlukan, hingga penokohan karakter Bella di dalam novel ini masih sangat kurang kuat.
***
Intinya, novel ini sangat layak dibaca untuk kalian yang suka akan kisah cinta yang tidak biasa. Novel ini sangat indah dengan caranya sendiri. Novel ini bisa membuat pembacanya terbawa kedalam imajinasi yang sangat dalam seakan-akan pembaca seperti berpetualang sebagai Bella Dan novel ini sendiri cocok untuk para remaja yang menggemari novel imajinasi. Bahkan begitu terkenalnya novel Twilight ini, sampai dirilis film dengan judul yang sama dengan novelnya yaitu Twilight yang saat  ini diputar di bioskop – bioskop di seluruh dunia.



Reference: 
http://emprorerfaisal.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment